Welcome

Makasih udah kunjungi blog Saya. Silahkan tinggalkan saran dan kritik dalam menu komentar ya teman

Jumat, 15 Juni 2012

UPAYA DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA

A.    Kehamilan
            Belakangan ini semakin maraknya perilaku penyimpangan yang dilakukan oleh remaja, baik remaja putri maupun remaja putra. Dari banyaknya kejadian tersebut, yang banyak kita lihat adalah, remaja tersebut yang sangat diberi tekanan, ataupun penjelasan untuk melakukan perubahan sikap, perubahan perilaku yang lebih baik, diperintahakan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, diberi  beribu-ribu nasihat agar dapat tidak melakukan hal yang menyimpang lagi.
Itukah yang Anda lakukan kepada putera-puteri Anda?
Hal demikiankah yang Anda lihat jika ada kejadian seperti di atas?
Menurut pendapat Saya, bila Kamu melakukan langkah tersebuh di awal, itu sama artinya kamu memulai langkah yang salah.

            Kita ketahui, remaja adalah masa pubertas,  masa labil, dimana mereka dapat melakukan hal –hal yang tidak wajar atau dianggap gila. Mereka bisa melakukan banyak hal yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
terpengaruh oleh hal hal yang negatif. Namun, bagi remaja yang memiliki latar yang bagus, belum tentu juga mampu melewati masa pubertas ini dengan baik.
Untuk itu,pada masa remaja, orang tua sangat berperan penting dalam menyikap dan mengawasi putera-puterinya.

Disini orangtua tidak hanya berperan sebagai pengawas tingkah laku anaknya, namun juga harus mampu berperan sebagai teman anaknya. Dengan melakukan pendekatan, orang tua akan mampu menjadi teman yang baik bagi anaknya.
Jika orangtua telah mampu menjadi teman yang baik bagi anaknya, maka kemungkin anak untuk melakukan perilaku menyimpang sangatlah kecil.
Orangtua yang mampu menjadi teman baik anaknya, akan lebih mudah mengawasi tingkah laku anaknya. Akan mengetahui apa saja perkembangan anaknya, perubahan sikap negatif yang dilakukan anaknya, serta mampu melihat keinginan anaknya, bakat atau talenta yang dimiliki anaknya.
Kedekatan orangtua terhadap anak, sangat berguna, ketika suatu saat si anak mengalami masalah didalam pergaulannya.

Misalnya :
            Xirious sudah lama berpacaran dengan Robert. Xirious dibesarkan didalam lingkungan keluarga yang terhormat, berpendidikan, dan bertawakal. Namun Robert hanya pria biasa, lahir dari lingkungan keluarga yang biasa, tidak miskin tidak kaya, namun berkecukupan. Selama ini Robert dikenal orangtua Xirious sebagai pria yang baik.
Suatu saat, Xirious hamil, dan berita ini sangat mengejutkan bagi kudua pihak keluarga tersebut. Keluarga Xirious yang dikenal sebagai keluarga yang terhormat dan berpendidikan dan bertawakal merasa sangat terhina dengan kesalahan yang dilakukan puterinya tersebut.

            Namun, karena Xirious sangat dekat dengan Ibunya, yang sudah menjadi teman baiknya. Masalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Menikahkan Xirious yang berasal dari keluarga terhormat dengan Robert pria sederhana.
Keputusan pernikahan ini dapat diambil dengan langkah yang tak begitu sulit. Karena kedua orang tua Xirious sudah mengenal Robert sebagai pria yang baik, yang mampu menjaga puterinya.

Secara singkat, itulah manfaat dan contoh  pentingnya mengapa orangtua harus melakukan pendekatan kepada anaknya.


B.     Narkoba dan HIV

Penggunaan obat-obat terlarang semakin meluas, semakin marak. Banyak orang, tak hanya remaja yang mengalami masalah ini. Tersedianya berbagai tempat rehabilitasi diberbagai tempat tak juga mampu mengentaskan masalah ini, juga tersedianya berbagai penjelasan tentang bahaya narkoba tak juga mampu mengurungkan niat pemakainya untuk menjauhinya, malah semakin menikmatinya.
Ketika seorang kerabat kita kecanduan narkoba juga HIV, apa langkah pertama yang kamu lakukan?
Mungkin kamu akan memberikan berjuta-juta nasihat yang terus mengalir seperti sungai.
Mungkin kamu akan menjauhnya dan melepaskan silaturahmi kalian
Mungkin kamu akan menyarankannya atau mengajaknya ke tempat rehabilitasi

Semua itu akan kamu lakukan tanpa mendengar keluh kesahnya, tanpa mendengar penjelasannya.
Sadarkah kita, mereka tak hanya butuh kata kata kita saja. Mereka juga ingin didengarkan.

Misalnya :

Jochen seorang kerabat kita yang kecanduan narkotika, juga sekaligus HIV, akibat penggunaan jarum suntik dan seks yang tidak aman. Dikatakan seks yang tidak aman bukan seks bebas. Saya katakan disini seks yang tidak aman karena sudah terjakit virus HIV, meskipun dilakukan oleh suami-istri. namun, seks bebas bisa dikatakan seks aman, jika tidak terjangkit virus HIV. Baik, kembali ke contoh tadi.
Ketika kita mengetahui Jochen sedang dalam kondisi yang “buruk” apa yang kita lakukan?
Jangan lalukan ketiga hal yang saya sebutkan di atas sebelumnya.
Namun, dengarkanlah Jochen, dengarkan apa yang dia ungkapkan, dengarkan apa suara hatinya. Dengan cara ini, kita dapat lebih mudah memahami kejadian yang ada, sehingga dapat mengerti langkah apa yang harus dilakukan utnuk mengatasi masalah ini.
Setelah mendengar penjelasan Jochen, dia akan merasa lebih ringan dan dapat memberi kita kepercayaan, bahwa kita akan melakukan yang terbaik untuknya. Dan dengan yakin mengikuti langkah-langkah yang kita sarankan.
Dengan begitu Jochnen akan dapat lebih mudah kita bawa ke tempat rehabilitasi, melakukan perubahan perbaikan untuk hidupnya.







2 komentar:

  1. Keren bgt postingannya, moga aja anak bangsa ni gak terlanjur ke hal kaya gini karena tu selain bisa ngerusak moral pribadinya sangat fatal lagi ngerusak moral bangsa yg akibatnya dapat merusak citra bangsa tu sendiri di mata dunia. Pasti berguna serta bermanfaat postingan kamu ni, maju terus blogger Indonesia..

    BalasHapus
  2. iya. thanks ya mas wahyu :)

    BalasHapus